09 Desember 2012

"Kacamata" Tuhan

Saat kita melihat apa yang terjadi di dunia ini, bisa jadi kita merasa seolah-olah Tuhan tidak adil. Mengapa? Sebab Tuhan sepertinya membiarkan ketidakbenaran merajalela. Orang jahat bisa bebas melakukan kejahatan tanpa terkena hukuman. Itulah yang akan kita lihat jika melihat dunia dari "kacamata" kita.


Seorang pemazmur pernah mengalami hal yang sama. Ia melihat bahwa orang fasik* hidup dengan makmur dan sukses. Sedangkan dirinya, malah tidak demikian.

Itu membuatnya berpikir bahwa mempertahankan hidup benar adalah hal yang sia-sia. Namun semuanya berubah tatkala ia memandang hal tersebut dari sudut pandang Tuhan.

*Catatan: Orang fasik adalah orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa.

Kesudahan orang fasik yang diperlihatkan kepadanya, sungguh mencelikkan mata. Membuatnya sadar bahwa hal paling berharga dalam dirinya adalah Tuhan sendiri, bukan hal-hal fana seperti yang dikejar orang fasik.

Hanya Tuhan yang menjaminnya masuk dalam kemuliaan kekal, bukan kemakmuran duniawi apa pun. Itu sebabnya ia mengatakan bahwa yang ia ingini di bumi dan di surga hanyalah Tuhan.

Mari lihatlah segala sesuatu dari "kacamata" Tuhan, sehingga kita dapat melihat kebenaran yang sesungguhnya. Tidak perlu kita mengingini hal-hal yang dicapai orang lain secara tidak benar. Sebab, keadilan Tuhan tidak dapat dipermainkan oleh manusia.

Dengan demikian, jangan berhenti untuk selalu hidup dan berlaku benar di hadapan Tuhan. Walau ganjarannya tak segera tampak. Ingatlah bahwa Tuhan memberi kesudahan hidup setiap manusia sesuai dengan kebenaran yang dihidupinya. Ganjaran-Nya selalu adil. —RY

Kiranya hidup kita tak mengejar yang fana saja. Kejarlah Tuhan sebagai harta yang paling berharga.

* * *

Sumber: e-RH, 25/3/2011 (diedit seperlunya)

==========


Artikel Terbaru Blog Ini