10 Januari 2013

Mukjizat Kentang

Dalam Faith Like Potatoes (Iman Seperti Kentang), Angus Buchan dan ribuan warga berkumpul di Stadion King Parks, Durban, Afrika Selatan, berdoa meminta hujan turun.

Semula Angus adalah seorang petani jagung dan peternak, namun ia memutuskan untuk menanam kentang. Ia sudah diperingatkan, tidak bisa bertanam kentang tanpa pengairan yang cukup.

Nyatanya, selama empat bulan hujan tak kunjung turun. Angus bisa saja geram dan patah semangat, namun ia memilih untuk tetap percaya.

Suatu hari ia meminta Simeon Bhengu, orang kepercayaannya, agar menyiapkan pegawai mereka untuk memanen ladang. Ia berdoa dan mengucap syukur atas panen hari itu – tanpa ia tahu kentangnya tumbuh atau tidak.

Ternyata, mereka memanen kentang berukuran besar-besar! Angus bersukacita dan warga setempat menyaksikan keajaiban Tuhan. Ah, siapa menduga bahwa Tuhan memiliki cara lain untuk menumbuhkan kentang?


Cara berpikir kita kerap tidak selaras dengan cara berpikir Tuhan. Rencana Tuhan sering tak terselami oleh daya pikir kita yang terbatas. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok. Hal itu dapat membangkitkan kekhawatiran, namun dapat pula memperkuat iman kita.

Ya, ketika menghadapi jalan buntu, maukah kita terus berdoa dan berusaha dengan tetap percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita? Yakinkah kita bahwa, sekalipun keadaan tampak buruk, Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baik?

Jawaban Tuhan mungkin tidak senantiasa ajaib seperti pengalaman Angus, namun rencana-Nya pasti mendatangkan kesejahteraan bagi kita. —IST

Kita memerlukan iman seperti kentang: iman yang sederhana, nyata, dan mampu menopang kita dalam kehidupan sehari-hari. ~Peter Marshall

* * *

Sumber: e-RH, 10/1/2013 (diedit seperlunya)

==========


Artikel Terbaru Blog Ini