27 Januari 2013

Jalan Terjal

Saya membaca kisah menggelitik ini di blog seorang teman. Ia menuturkan bahwa dulu ketika jalan Trans Kalimantan sedang dibangun dan kondisinya masih berantarakan, nyaris tidak pernah terdengar adanya kasus kecelakaan di situ.

Namun kini, ketika jalan tersebut sudah mulus tanpa lubang, ia kerap mendengar kabar tentang orang yang meninggal sia-sia karena kecelakaan di jalan raya tersebut.

Kenyamanan yang tersedia bisa jadi justru membuat pengemudi lengah, mengantuk, atau kurang konsentrasi dalam mengemudikan kendaraan.

Saya kadang-kadang secara diam-diam menganggap Tuhan kejam karena Dia menuntun saya melewati jalan yang sama sekali tidak menyenangkan. Jalan yang terjal, penuh lubang, kelokan, dan kerikil tajam.


Tak jarang saya berharap agar Tuhan menuntun saya melalui hamparan rumput dengan bebungaan yang elok dan pepohonan yang teduh. Namun Tuhan justru membawa saya melalui jalur yang tandus dan gersang.

Saya mengeluh karena tidak mengerti maksud-Nya di balik perjalanan tersebut. Pernahkah Anda merasakan hal yang sama?

Tuhan memiliki jutaan misteri yang tak terselami dalam karya dan pemikiran-Nya. Namun, kita dapat meyakini bahwa segala perbuatan-Nya tentu berdasarkan kasih-Nya dan demi kebaikan kita.

Ia melindungi kita dari kelengahan, mencegah kita melakukan kebodohan, juga menyiapkan berkat yang dapat kita nikmati dengan penuh kepuasan.

Tuhan menyertai kita sepanjang perjalanan, menghibur, dan menguatkan kita dalam menghadapi tantangan. —Riris Ernaeni

Meskipun harus menghadapi perjalanan yang sukar, penyertaan Tuhan membuat hati kita tenang.

* * *

Sumber: e-RH, 27/1/2013 (diedit seperlunya)

==========


Artikel Terbaru Blog Ini